Selasa, 03 Februari 2009

Pohan yang baik dan jahat

Pertanyaan: Mengapa Tuhan menempatkan pohon pengetahuan baik dan jahat di Taman Eden?

Jawaban: Allah menempatkan pohon pengetahuan baik dan jahat di Taman Eden untuk memberi Adam dan Hawa pilihan, taat kepada Tuhan atau tidak. Adam dan Hawa bebas melakukan apa yang mereka inginkan, kecuali makan dari pohon pengetahuan baik dan jahat. Kejadian 2:16-17, “Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."” Jikalau Tuhan tidak memberi mereka pilihan, pada dasarnya mereka adalah robot yang hanya melakukan apa yang diprogramkan. Tuhan menciptakan Adam dan Hawa sebagai makhluk yang “bebas,” dapat mengambil keputusan, dan dapat memilih yang baik dan jahat. Agar supaya Adam dan Hawa benar-benar “bebas” mereka harus memiliki pilihan.

Pada dasarnya tidak ada yang jahat mengenai pohon itu atau buahnya. Rasanya tidak mungkin makan buah dari pohon itu dapat memberi Adam dan Hawa pengetahuan yang lebih banyak. Adalah ketidaktaatan mereka yang membuka mata Adam dan Hawa pada kejahatan. Dosa ketidaktaatan mereka kepada Allah membawa dosa dan kejahatan ke dalam dunia dan ke dalam hidup mereka. Makan buah pohon itu, sebagai tindakan ketidaktaatan kepada Tuhan, adalah hal yang memberi Adam dan Hawa pengetahuan akan kejahatan. Kejadian 3:6-7, “Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.”

Allah tidak menghendaki Adam dan Hawa untuk berdosa. Allah mengetahui sebelumnya apa akibat dari dosa. Allah mengetahui bahwa Adam dan Hawa akan berdosa, dan karena itu akan membawa kejahatan, penderitaan, dan kematian ke dalam dunia. Kalau begitu mengapa Tuhan menempatkan pohon itu di dalam Taman Eden dan mengijinkan Iblis mencobai Adam dan Hawa? Allah menempatkan pohon pengetahuan baik dan jahat untuk memberi Adam dan Hawa pilihan. Allah mengijinkan Iblis untuk mencobai Adam dan Hawa untuk membuat mereka memilih. Adam dan Hawa menjatuhkan pilihan, berdasarkan kehendak bebas mereka sendiri, untuk tidak taat kepada Allah dan makan buah terlarang. Akibatnya - kejahatan, dosa, penderitaan, penyakit dan kematian melanda dunia sejak saat itu. Keputusan Adam dan Hawa mengakibatkan setiap orang lahir dengan natur dosa, kecenderungan untuk berdosa. Keputusan yang diambil oleh Adam dan Hawa akhirnya menuntut kematian Yesus di atas salib dan mencucurkan darahNya untuk kita. Melalui iman kepada Kristus kita dapat dibebaskan dari konsekwensi dosa dan pada akhirnya bebas dari dosa. Kiranya kita mengaminkan kata-kata dari Rasul Paulus dalam Roma 7:24-25, “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”


Iman dan sains

Pertanyaan: Apakah iman kepada Allah dan sains berkontradiksi?

Jawaban: Sains didefinisikan sebagai “observasi, identifikasi, deskripsi, penyelidikan melalui eksperimen dan penjelasan teoritis mengenai suatu fenomena.” Sains adalah metode yang digunakan manusia untuk mendapatkan pengertian yang lebih besar mengenai alam semesta. Sains adalah usaha untuk mendapatkan pengetahuan melalui observasi dan dugaan. Kemajuan dalam dunia sains memperlihatkan daya jangkau logika dan imajinasi manusia. Sekalipun demikian, kepercayaan orang Kristen terhadap sains tidaklah serupa dengan kepercayaan kita terhadap Tuhan. Seorang Kristen dapat beriman kepada Allah dan menghormati sains selama kita mengingat mana yang sempurna dan mana yang tidak.

Kepercayaan kita kepada Allah adalah kepercayaan berdasarkan iman. Kita beriman kepada AnakNya untuk keselamatan, beriman kepada FirmanNya untuk pengajaran, dan beriman kepada Roh Kudus untuk bimbingan. Iman kita kepada Allah haruslah bersifat mutlak karena ketika kita beriman kepada Allah kita bergantung pada Pencipta yang sempurna, mahakuasa dan mahatahu. Kepercayaan kita kepada sains harus bersifat intelektual – dan tidak lebih dari itu. Kita dapat mengandalkan sains untuk melakukan banyak hal yang besar, namun sains juga berbuat kesalahan. Jikalau kita beriman kepada sains, kita bergantung pada orang-orang yang tidak sempurna, berdosa dan terbatas. Sepanjang sejarah sains sudah terbukti salah dalam banyak hal, misalnya bentuk bumi, penerbangan, vaksin, transfusi darah, bahkan reproduksi. Allah tidak pernah salah.

Kebenaran bukanlah sesuatu yang ditakuti oleh orang Kristen, karena itu tidak ada alasan bagi orang Kristen untuk membenci sains yang baik. Belajar mengenai cara Allah membangun alam raya menolong umat manusia untuk lebih menghargai keajaiban ciptaan. Memperluas pengetahuan kita menolong kita untuk mengatasi penyakit, meningkatkan tingkat keperdulian kita dan mengatasi kesalahpengertian. Sekalipun demikian, ada bahayanya ketika para ilmuwan menempatkan kepercayaan mereka pada logika manusia melampaui iman kepada Pencipta kita. Mereka-mereka ini tidak berbeda dari orang-orang yang menganut agama tertentu – mereka memilih beriman kepada manusia dan akan berusaha mencari fakta-fakta untuk mempertahankannya.

Sekalipun demikian, para ilmuwan yang paling rasional, termasuk mereka yang menolak untuk percaya kepada Allah, mengakui keterbatasan dalam pengertian kita akan alam semesta. Mereka mengakui bahwa baik Allah maupun Alkitab tidak dapat dibuktikan atau disangkal oleh sains, sama seperti banyak teori yang mereka sukai yang tidak dapat dibuktikan atau disangkal. Sains dimaksudkan sebagai suatu disiplin yang sama sekali netral, hanya berusaha menemukan kebenaran, bukan untuk membuktikan agenda tertentu. Dan Allah selalu menghendaki kita datang kepadaNya dengan iman, bukan dengan logika.

Banyak sains yang mendukung keberadaan dan karya Allah. Mazmur 19:2 mengatakan, “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.” Makin ilmu pengetahuan modern belajar mengenai alam semesta, kita makin menemukan bukti dalam ciptaan. Kompleksitas dan replikasi DNA yang mengagumkan, hukum-hukum fisika yang rumit dan saling menunjang, kondisi dan sistim kimia yang begitu harmonis dan sempurna di bumi ini semua mendukung berita Alkitab. Orang Kristen sepatutnya mendukung sains yang mencari kebenaran namun menolak para “imam sains” yang menempatkan pengetahuan manusia di atas Tuhan.

Banjir Nuh global atau lokal

Pertanyaan: Apakah banjir Nuh global atau lokal?

Jawaban: Ketika seseorang menyelidiki bacaan Alkitab, adalah jelas bahwa banjirnya bersifat global. Kejadian 7:11 menyatakan bahwa “terbelah segala mata air samudra raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit.” Adalah jelas Kejadian 1:6-7 dan 2:6 bahwa lingkungan sebelum banjir adalah sangat berbeda dari yang kita alami sekarang. Berdasarkan pada ini dan penjelasan bagian alkitab lain, juga catatan fosil dan penemuan geologikal (Ilmu batu-batuan) masa kini, adalah masuk akal jika kita beranggapan bahwa suatu waktu yang lalu, bumi pernah ditutupi dengan semacam tirai air. Tirai ini mungkin saja berupa tirai uap atau dapat terbentuk dari cincin, seperti cincin es planet saturnus. Ini, dikombinasikan dengan lapisan tebal air bawah tanah, dua-duanya dilepaskan pada daratan (Kejadian 2:6) akan mengakibatkan banjir global.

Ayat yang paling jelas yang menunjukkan keluasan banjir adalah Kejadian 7:19-23: “Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit, sampai lima belas hasta diatasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya. Lalu mati dan binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak, dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia. Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat. Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi,baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burun-burung di udara, sehingga semuanya dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia di dalam bahtera itu.

Dalam bacaan di atas kita tidak hanya menemukan kata ”semua/segala” digunakan berulang-ulang, tapi kita juga menemukan frase seperti “dan semua gunung-gunung di bawah kolong langit ditutupi,” “sampai lima belas hasta diatasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya” (Cukup dalam untuk bahtera itu melintasinya dengan aman), dan “lalu matilah dan binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, serta semua manusia,” dsb. Jika penjelasan ini tidak dimaksudkan untuk menjelaskan banjir universal yang menutupi seluruh bumi, saya tidak tahu bagaimana Tuhan bisa membuat ini lebih jelas. Juga, jika banjir itu hanya bersifat lokal, mengapa Tuhan menginstruksikan Nuh untuk membangun sebuah bahtera dan bukannya hanya mengatur agar hewan-hewan berpindah dan menyuruh Nuh melakukan hal yang sama? Dan mengapa Dia menginstruksikan Nuh untuk membangun bahtera yang cukup besar untuk diisi dengan segala macam binatang yang kita kenal di bumi sekarang. Orang mungkin akan berpikir bahwa dinosurus tidak sebesar itu pada awalnya dan itu tidak perlu bagi Nuh untuk membawa binatang-binatang yang sudah dewasa ke bahteranya.

Tuhan memang menginstruksikan Nuh untuk menempatkan 2 hewan darat (tidak termasuk hewan laut) ke bahteranya (Kejadian 6:19-22) dengan pengecualian hewan tidak haram dan semua burung, yang mana Nuh harus menyediakan 7 pasang di bahtera (Kejadian 7:2-3).

Petrus juga menjelaskan banjir yang menyeluruh di bumi di 2 Petrus 3:6-7 yang menyatakan: ”dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.” Dalam ayat ini, Petrus membandingkan penghakiman universal yang akan datang dengan banjir pada masa Nuh dan menyatakan bahwa dunia pada saat itu ada dipenuhi oleh air. Juga, janji Tuhan (Kejadian 8:21; 9:11, 15) tidak akan lagi mengirimkan banjir telah dilanggar berkali-kali jika itu termasuk banjir lokal. Lebih jauh lagi, semua orang di dunia dikatakan merupakan keturunan dari tiga anak Nuh (Kejadian 9:1, 19) dan banyak penulis Alkitab selanjutnya menerima kebenaran sejarah mengenai banjir universal (Yesaya 54:9; 1 Peter 3:20; 2 Peter 2:5; Ibrani 11:7). Yang terakhir, Tuhan Yesus Kristus percaya pada banjir universal dan mengambilnya sebagai salah satu bentuk pengrusakan pada dunia ketika Dia datang kembali (Matius 24:37-39; Lukas 17:26, 27).

Ada banyak bukti tambahan non alkitab yang menunjukkan bencana alam di seluruh dunia yang dikarenakan banjir global. Kuburan fosil besar yang terdapat di semua benua, sejumlah besar batu bara yang memerlukan sejumlah besar tanaman yang dikubur dengan cepat, fakta bahwa fosil laut ditemukan pada puncak gunung di seluruh dunia, lebih dari 270 cerita di seluruh bagian dunia, dan perluasan formasi bebatuan menunjukkan lapisan tebal dari penumpukan sedimen (Termasuk yang ditemukan di Grand Canyon) semua memberi kepercayaan pada peristiwa adanya banjir global.

Apakah hidup kekal Itu?

Pertanyaan: Adakah hidup kekal?

Jawaban: Alkitab menunjukan jalan yang jelas untuk mendapatkan hidup kekal. Pertama, kita perlu mengakui bahwa kita telah berdosa kepada Tuhan: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Kita semua telah melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan Tuhan dan pantas menerima hukuman. Karena pada dasarnya semua dosa kita adalah kepada Tuhan yang kekal, maka hanya penghukuman kekal yang pantas kita terima. “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23).

Namun demikian, Yesus Kristus, Anak Allah yang kekal dan tanpa dosa (1 Petrus 2:22) telah menjadi manusia (Yohanes 1:1, 14) dan mati untuk membayar hukuman kita. “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8). Yesus Kristus mati di salib (Yohanes 19:31-42), dan menanggung hukuman yang seharusnya kita tanggung (2 Korintus 5:21). Tiga hari kemudian, Dia bangkit dari antara orang mati (1 Korintus 15:1-4), menyatakan kemenanganNya atas dosa dan kematian. “Yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan” (1 Petrus 1:3).

Dengan iman kita harus meninggalkan dosa kita dan berbalik kepada Kristus untuk mendapatkan keselamatan (Kisah Rasul 3:19). Jika kita menaruh iman kita kepadaNya, percaya kepada kematianNya di atas salib untuk membayar dosa-dosa kita, kita akan diampuni dan diberikan hidup kekal di surga. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16). “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Roma 10:9). Hanya iman di dalam karya Yesus yang telah diselesaikan di atas salib yang merupakan satu-satunya jalan kepada hidup kekal! “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:8-9).

Jikalau Anda ingin menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda, berikut ini adalah sebuah contoh doa. Ingat, sekedar mengucapkan doa ini atau doa-doa lainnya tidak akan menyelamatkan Anda. Hanya dengan percaya kepada Yesus yang dapat menyelamatkan Anda dari dosa. Doa ini hanyalah sebuah cara untuk mengungkapkan iman Anda kepada Tuhan dan berterima kasih kepadaNya untuk menyediakan keselamatan Anda. “Tuhan, saya tahu saya telah berdosa kepadaMu dan pantas untuk dihukum. Namun Yesus Kristus telah mengambil hukuman yang sepantasnya saya tanggung supaya melalui iman kepadaNya saya bisa diampuni. Saya bertobat dari dosa-dosaku dan percaya kepadaMu untuk keselamatanku. Terima kasih untuk anugrah dan pengampunanMu yang ajaib, untuk anugrah hidup kekal! Amin!”

Apakah Anda membuat keputusan untuk menerima Kristus karena apa yang Anda baca di sini? Jika demikian, klik pada tombol “Saya telah menerima Kristus pada hari ini” di bawah.

Pengakuan Iman/Kepercayaan saya

Bagian 1: Alkitab

Kami percaya bahwa Kitab Suci yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Baru adalah Firman Tuhan yang diinspirasikan secara verbal dan menyeluruh (Matius 5:18; 2 Timotius 3:16-17). Kami percaya bahwa Alkitab adalah tanpa salah dalam tulisan-tulisan aslinya, tanpa kekeliruan, dinafaskan oleh Allah, dan merupakan otoritas yang sempurna dan tertinggi dalam hal iman dan perbuatan (2 Timotius 3:16-17). Roh Kudus adalah penulis illahi dari Kitab Suci (2 Petrus 1:21). Sekalipun tetap menggunakan kepribadian dari setiap invidual manusia yang menjadi penulis, Roh Kudus mengawasi mereka untuk memastikan bahwa mereka menuliskan tepat seperti apa yang Dia ingin tuliskan, tanpa salah atau mengurangi apapun.

Bagian 2: Allah

Kami percaya pada Alah Tritunggal, yang adalah Pencipta dari segalanya (ulangan 6:4; Kolose 1:16), yang berada secara kekal sebagai tiga Pribadi yang berbeda – Bapa, Anak dan Roh Kudus (2 Korintus 13:14), namun satu dalam keberadaan, esensi, kuasa dan kemuliaan, memiliki atribut dan kesempurnaan yang sama (Yohanes 10:30). Allah adalah Pencipta kita (Kejadian 1:1), adalah kekal (Mazmur 90:2), tidak terbatas (1 Timotius 1:17), berdaulat (Mazmur 93:1) dan tidak dapat diselami (Roma 11:33-34). Allah mahatahu (Mazmur 139:1-6), mahahadir (Mazmur 139:7-13), mahakuasa (Wahyu 19:6), dan tidak berubah (Maleakhi 3:6). Allah suci (Yesaya 6:3), adil (Ulangan 32:4) dan benar (Keluaran 9:27). Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8), penuh kasih karunia (Efesus 2:8), penyayang (1 Petrus 1:3) dan baik (Roma 8:28).

Bagian 3: Yesus Kristus

Kami percaya akan keillahian Tuhan Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang sempurna, gambar wujud Bapa, yang, tanpa berhenti menjadi Allah, telah menjadi manusia supaya Dia dapat menyatakan Allah menebus manusia yang berdosa (Matius 1:21; Yohanes 1:18; Kolose 1:15).

Kami percaya bahwa Allah Anak telah berinkarnasi dalam diri Yesus Kristus, bahwa Dia dikandung oleh Roh Kudus, dan lahir dari anak dara Maria; bahwa Dia adalah Allah yang sempurna dan manusia yang sempurna; bahwa Dia hidup secara sempurna dan tanpa dosa; bahwa semua pengajaranNya adalah benar adanya (Yesaya 14; Matius 1:23). Kami percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus mati di atas salib untuk segenap manusia (1 Yohanes 2:2) sebagai wakil, dan korban yang menebus serta yang menggantikan (Yesaya 53:5-6). Kami percaya bahwa kematianNya berkuasa untuk menyelamatkan semua orang yang percaya kepadaNya (Yohanes 1:12; Kisah Rasul 16:31); bahwa pembenaran kita adalah berdasarkan darahNya yang dicucurkan (Roma 5:9; Efesus 1:17); dan bahwa hal ini dibuktikan dengan kebangkitanNya secara harafiah dan secara fisik dari antara orang mati (Matius 28:6; 1 Petrus 1:3).

Kami percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus naik ke Surga dalam tubuh kemuliaanNya (Kisah Rasul 1:9-10) dan sekarang duduk di sebelah kanan Allah sebagai Imam Besar dan Pembela kita (Roma 8:34; Ibrani 7:25).

Bagian 4: Roh Kudus

Kami percaya pada kepribadian dan keillahian Roh Kudus (Kisah Rasul 5:3-4). Kami percaya bahwa Roh Kudus meyakinkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yohanes 16:8-11). Roh Kudus melahirkan kembali orang-orang berdosa (Titus 3:5); dan mendiami orang-orang percaya (Roma 8:9). Melalui Roh Kudus, Kristus membaptiskan semua orang percaya sebagai anggota-anggota tubuhNya (1 Korintus 12:12-14). Allah Bapa memeteraikan orang-orang percaya untuk hari penyelamatan (Efesus 1:13-14). Roh Kudus adalah Guru Illahi yang menerangi hati dan pikiran orang-orang percaya saat mereka mempelajari Firman Tuhan (1 Korintus 2:9-12). Kami percaya bahwa Roh Kudus berdaulat penuh dalam membagi-bagikan karunia-karunia roh (1 Korintus 12:11). Kami percaya bahwa bahasa lidah dan tanda-tanda mujizat berhenti secara bertahap seiring dengan lengkapnya kitab-kitab Perjanjian Baru, diteguhkannya otoritas kitab-kitab ini dan berdirinya gereja mula-mula dengan teguh (1 Korintus 12:4-11; 2 Korintus 12:12; Efesus 2:20; 4:7-12).

Bagian 5: Malaikat dan Setan

Kami percaya pada keberadaan dan kepribadian dari malaikat-malaikat. Kami percaya bahwa Allah menciptakan makhluk-makhluk rohani yang tidak berdosa ini dalam jumlah yang tidak terhingga sebagai pelayan-pelayan dan utusan-utusanNya (Nehemia 9:6; Mazmur 148:2; Ibrani 1:14).

Kami percaya pada keberadaan dan kepribadian dari Iblis dan setan-setan. Iblis adalah malaikat yang jatuh, yang memimpin sekelompok besar malaikat untuk memberontak melawan Allah (Yesaya 14:12-17; Yehezkiel 28:12-15). Iblis adalah musuh besar Allah dan manusia, dan setan-setan adalah agen-agen yang dipakai untuk mencapai rencananya yang jahat. Iblis dan para pengikutnya akan dihukum secara kekal dalam lautan api (Matius 25:41; Wahyu 20:10).

Bagian 6: Manusia

Kami percaya bahwa manusia ada sebagai hasil ciptaan Allah secara langsung dan bahwa manusia diciptakan dalam gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26-27). Kami percaya bahwa manusia telah berdosa di dalam Adam (Roma 5:12), bahwa dosa ada dalam setiap orang (Roma 3:23), dan dosa manusia sangat bertentangan dengan Allah. Kami percaya bahwa semua manusia, karena kejatuhan Adam, telah mewarisi natur dosa. Pada dasarnya umat manusia tidak mampu untuk mengatasi kesesatannya (Efesus 2:1-5:12). Kami percaya bahwa, di luar Kristus, semua orang telah berdosa dan terhilang (Roma 2:1).

Bagian 7: Keselamatan

Kami percaya bahwa keselamatan adalah anugrah Allah melalui iman kepada karya Yesus Kristus yang telah diselesaikan di atas salib (Efesus 2:8-9). Kristus mencucurkan darahNya untuk melakukan pembenaran melalui iman, pendamaian dengan Allah, penebusan dari dosa, dan mendamaikan manusia. Kristus mati bagi kita (Roma 5:8-9) dan menanggung dosa kita dalam diriNya (1 Petrus 2:24).

Kami percaya bahwa mereka yang telah benar-benar menaruh iman mereka di dalam Kristus dijamin keselamatannya untuk selama-lamanya, dilindungi oleh kuasa Allah, aman dan dimeteraikan di dalam Kristus untuk selama-lamanya (Yohanes 6:37-40; 10:27-30; Roma 8:1, 38-39; Efesus 1:13-14; 1 Petrus 1:5; Yudas 24).

Bagian 8: Gereja

Kami percaya bahwa Gereja, yang adalah Tubuh dan Mempelai Wanita Kristus, adalah organisme rohani, yang terdiri dari orang-orang percaya pada zaman ini (1 Korintus 12:12-14; 2 Korintus 11:2; Efesus 1:22-23; 5:25-27). Kami percaya pada upacara baptisan orang percaya secara selam sebagai kesaksian, dan pada Perjamuan Kudus sebagai peringatan akan kematian dan mengalirnya darah Kristus (Matius 28:19-20; Kisah Rasul 2:41-42; 18:8; 1 Korintus 11:23-26). Kami percaya pada keimaman dari semua orang percaya (1 Korintus 1:1; Wahyu 1:6). Kami percaya bahwa orang-orang percaya harus hidup sedemikian rupa sehingga tidak akan mempermalukan Tuhan dan Juruselamat mereka, dan bahwa memisahkan diri dari kesenangan dan kebiasaan dosa serta menyatukan diri sdengan dosa adalah diperintahkan oleh Allah (Roma 12:1-2; 2 Korintus 6:14-7:1; 2 Timotius 3:1-5; 1 Yohanes 2:15-17). Kami percaya bahwa Amanat Agung adalah misi utama dari Gereja. Adalah kewajiban dari orang-orang percaya untuk bersaksi, dengan kata-kata dan hidup, tentang kebenaran Firman Tuhan. Injil kasih karunia Allah harus diberitakan ke seluruh dunia (Matius 28:19-20; Kisah Rasul 1:8; 2 Korintus 5:19-20). Orang-orang percaya harus diajar unuk menaati Tuhan dan menyaksikan iman mereka kepada Kristus sebagai Juruselamat serta menghormatiNya dengan hidup kudus.

Bagian 9: Hal-Hal Yang Akan Datang

Kami percaya pada pengharapan yang penuh kebahagiaan (Titus 2:13), kedatangan Tuhan Yesus Kristus secara pribadi, sebelum penganiayaan besar dan sebelum kerajaan seribu tahun, untuk mengangkat orang-orang suciNya (1 Tesalonika 4:13-18). Kami percaya bahwa sesudah itu Kristus akan datang kembali secara kelihatan ke dunia ini bersama dengan orang-orang kudusNya untuk mendirikan kerajaan seribu tahun yang dijanjikanNya (Zakharia 14:4-11; 1 Tesalonika 1:10; Wahyu 3:10; 19:11-16; 20:1-6). Kami percaya pada kebangkitan semua orang secara fisik, orang-orang percaya untuk sukacita dan kebahagiaan kekal, orang-orang jahat pada penghukuman kekal dan secara sadar (Matius 25:46; Yohanes 5:28-29; Wahyu 20:5-6, 12-13). Kami percaya bahwa jiwa orang-orang yang telah ditebus, pada saat kematian terpisah dari tubuh dan ada bersama-sama dengan Tuhan, di mana mereka menantikan kebangkitan pertama ketika roh, jiwa dan tubuh akan dipersatukan kembali untuk dimuliakan dengan Tuhan untuk selama-lamanya (Lukas 23:43; 2 Korintus 5:8; Filipi 1:23; 3:21; 1 Tesalonika 4:16-17; Wahyu 20:4-6). Kami percaya bahwa jiwa dari orang-orang yang belum percaya, setelah mati, menderita secara sadar sampai saat kebangkitan kedua di mana dengan tubuh dan jiwa yang dipersatukan mereka akan tampil di hadapan Tahta Penghakiman Besar dan akan dilemparkan ke dalam lautan api, bukan untuk dimusnahkan, namun untuk menderita penghukuman secara sadar untuk selama-lamanya (Matius 25:41-46; Markus 9:43-48; Lukas 16:19-26; 2 Tesalonika 1:7-9; Wahyu 20:11-15).

Sabtu, 31 Januari 2009

Rencana keselamatan dalam Yesus

Hai Kawan! Saya akan mengajukan pertanyaan yang paling penting di dalam kehidupan ini. Kebahagiaan dan kesusahan Anda dari sekarang sampai selama-lamanya akan bergantung pada jawaban Anda. Pertanyaannya adalah: Apakah Anda sudah diselamatkan? Ini bukan pertanyaan tentang perbuatan baik Anda, bukan juga apakah Anda anggota gereja, tetapi apakah Anda sudah diselamatkan? Apakah Anda yakin akan masuk surga setelah meninggal dunia. Allah mengatakan bahwa untuk dapat masuk ke surga, Anda harus dilahirkan kembali. Dalam Yohanes 3:7, Yesus berkata kepada Nikodemus, "Kamu harus dilahirkan kembali." Dalam Alkitab, Allah memberikan rencana bagaimana caranya untuk dapat dilahirkan kembali yang berarti diselamatkan. Rencana-Nya sangat sederhana! Anda dapat diselamatkan hari ini juga. Bagaimana caranya? Pertama-tama kawanku, Anda harus sadar bahwa Anda adalah orang berdosa. "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23). Karena Anda adalah orang berdosa, Anda dipastikan akan mengalami maut. "Sebab upah dosa ialah maut" (Roma 6:23).Pertama
Ini artinya pemisahan kekal dari Allah di dalam neraka. "... manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi" (Ibrani 9 : 27). Tetapi Allah sangat mengasihi Anda, Dia telah memberikan Anak-Nya yang tunggal, Yesus, untuk menanggung dosa Anda dan mati untuk Anda. ". . . Dia (Yesus) yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah" (2 Korintus 5 : 21). Yesus harus meneteskan darah-Nya dan mati. "Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya..... " (Imamat 17 : 11). "...tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan" (Ibrani 9 : 22). "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa" (Roma 5:8).
Meskipun kita tidak dapat mengerti bagaimana caranya, Allah berkata bahwa dosa-dosa saya dan Anda telah dibebankan pada Yesus dan Ia mati untuk kita. Dia dijadikan pengganti kita. Ini adalah kebenaran. Allah tidak dapat berbohong, Kawanku, "...sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat" (Kis 17:30).Kedua
Pertobatan ini adalah perubahan cara berpikir di mana seseorang mengaku dan setuju bahwa ia orang berdosa di hadapan Allah dan mengaku serta menerima apa yang telah dilakukan Yesus di atas kayu salib untuk kita semua. Dalam Kisah Para Rasul 16 : 30-31, penjaga penjara Filipi bertanya kepada Paulus dan Silas :..... Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat supaya aku selamat?" Jawab mereka : Percayalah kepada Tuhan Yesus Knstus dan engkau akan selamat..... "
Percayalah pada-Nya sebagai seseorang yang telah menanggung dosa-dosa Anda, dan mati menggantikan Anda, dikuburkan, dan dibangkitkan kembali oleh Allah. Kebangkitan-Nya memastikan bahwa orang percaya dapat yakin akan kehidupan kekal saat menerima Yesus sebagai Juruselamat. "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya " (Yohanes 1:12).
"Sebab barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan" (Roma 10:13). Barangsiapa dalam kutipan di atas termasuk Anda. Akan diselamatkan bukan berarti mungkin, atau dapat, tetapi pasti diselamatkan. Ketiga
Tentu Anda sadar bahwa Anda seorang berdosa. Saat ini juga, di manapun Anda berada, bertobatlah, angkatlah hatimu pada Allah dalam doa. Dalam Lukas 18 :13, seorang yang berdosa berdoa : ... Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. " Berdoalah :
"Ya Allah,aku tahu bahwa aku adalah orang berdosa.Aku percaya bahwa Yesus telah menggantikanaku waktu Dia mati di kayu salib.Aku percaya bahwa penumpahan darah-Nya,kematian-Nya,penguburan-Nya dan kebangkitan-Nya adalah untuk aku.Sekarang aku menerima-Nya sebagai Juruselamat-ku.Terima kasih atas pengampunan dosa-dosaku,pemberian keselamatan dan kehidupan yang kekal,karena rahmat dan anugerah-Mu.Amin."
Terimalah Firman Allah dan dapatkanlah keselamatan daripada-Nya dengan iman. Percayalah, maka Anda akan diselamatkan. Bukan gereja, perkumpulan atau pun perbuatan-perbuatan baik yang menyelamatkan Anda. Ingatlah, hanya Allah yang dapat melakukan karya keselamatan, secara menyeluruh! Rencana keselamatan Allah yang sederhana adalah: Anda orang berdosa.Keempat
Apabila Anda tidak percaya dalam Yesus yang telah mati menggantikan Anda, pasti Anda akan tinggal untuk selama-lamanya di dalam neraka. Jika Anda percaya kepada-Nya sebagai Juruselamat yang telah disalibkan, dikuburkan serta dibangkitkan, Anda menerima pengampunan atas segala dosa dan karunia keselamatan kekal karena iman. Anda berkata, "Tidak mungkin semudah itu !" Ya, memang semudah itu ! Ini sesuai Alkitab. Ini adalah rencana Allah.
Hai kawan, percayalah pada Yesus dan terimalah Dia sebagai Juruselamat-mu hari ini juga. Kalau rencana-Nya masih belum jelas bagi Anda, bacalah tulisan ini berulang-ulang tanpa berhenti sampai Anda mengerti. Jiwa Anda lebih berharga daripada seluruh dunia. "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya?" (Markus 8 : 36). Anda harus benar-benar pasti akan keselamatan pribadi ini. Apabila Anda kehilangan jiwa, Anda akan kehilangan surga dan kehilangan segala-galanya. Saya mohon dengan sangat, biarkanlah Allah selamatkan Anda saat ini juga! Kuasa Allah akan menyelamatkan Anda, tetapkan keselamatan Anda dan mungkinkan Anda untuk hidup sebagai orang Kristen yang selalu menang atas pencobaan. Kelima
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Korintus 10:13).
Jangan tergantung pada perasaan Anda. Perasaan itu selalu berubah. Berdirilah pada janji-janji Allah. Janji-janji Allah tidak pernah berubah. Setelah Anda selamat, ada tiga hal yang perlu dilakukan setiap hari untuk pertumbuhan iman:
Berdoa-Berbicara kepada Allah. Bacalah Alkitab-Biarkan Allah berbicara. Bersaksi-Anda berbicara bagi Allah.
Anda perlu dibaptis sesuai kepatuhan Anda pada Tuhan Yesus Kristus sebagai kesaksian pada khalayak ramai atas keselamatan Anda, dan kemudian bergabung secepatnya dengan gereja yang menjunjung tinggi Alkitab sebagai Firman Allah. "Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita. ....... " (2 Timotius 1 : 8).
"Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga" (Matius 10:32).

ajaran tentang keselamatan dalam Yesus

Keselamatan adalah doktrin mendasar dalam kekristenan. Memang ada dua pandangan yang kelihatannya saling bertentangan satu sama lain, yaitu Calvinisme dan Armenianisme. Sebetulnya tidak ada yang salah dari kedua pandangan ini. Hanya beda sudut pandang saja. Calvinisme memandang keselamatan dari posisi manusia di hadapan Allah. Manusia yang berdosa menerima anugerahNya, mengalami kelahiran kembali akibat dari menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi. Sementara Armenianisme melihat dari sudut pandang posisi manusia di hadapan sesamanya, bahwa manusia berdosa yang telah bertobat harus membuktikan imannya di hadapan sesamanya dengan perbuatan, karena tanpa perbuatan iman itu pada dasarnya mati. Iman dalam arti seutuhnya terdiri dari percaya dalam hati, pengakuan dengan mulut dan diwujudkan dalam perbuatan.
Untuk itu jangan mencondongkan pandangan kita kepada salah satu dari kedua konsep di atas. Kita harus kembali meneliti alkitab sebagai referensi utama dalam membangun konsep iman yang menyangkut keselamatan kekal.Kalau kita membaca Roma 8:29-30; Efesus 1:3-14; 2:8-10 dengan teliti maka kita bisa membaut simpul-simpul mendasar tentang keselamatan dan akibatnya kedua pandangan yang kelihatannya saling bertentangan di atas tercakup di dalamnya.
Roma 8 yang merupakan puncak dari bagian doktrinal itu merangkumkan, bahwa keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus mencakup dimensi yang lengkap dalam hidup kita :1. Dimensi masa lampau: pembenaran2. Dimensi masa sekarang: pengudusan3. Dimensi masa yang akan datang s.d. kekekalan: pemuliaan
PEMBENARAN (JUSTFICATION) – Ini disebut juga Keselamatan Posisional dimanakita dibebaskan dari kutuk dosa.Kita dipilih-Nya (Allah) bahkan sebelum dunia dijadikan (Ef 1:3-4). Ingat “di dalam Dia” (di dalam Yesus kristus). Inilah aspek posisional dari keselamatan kita. Ayat 4 : di dalam Kristus, kita kudus dan tidak bercacat. Allah Bapa melihat kita di dalam Kristus. Cf: ayat 5: “Dalam kasih, Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya.
Maka “Allah memilih kita sebelum dunia dijadikan”(Ef 1:3-4)Ingatlah bahwa Kristus telah ada sebelum dunia dijadikan, bahkan Ialah yang menyebabkan segala sesuatu ada (Yoh 1:3, “. . .segala sesuatu dijadikan oleh Dia”).Tekanan di sini, adalah “di dalam Dia” (Kristus). Jadi, “di dalam Kristus,” keselamatan itu cukup bagi semua orang (sufficiency). Tetapi keselamatan yang cukup/sufficient di dalam Kristus itu, hanya menjadi efisient (berlaku) bagi seseorang, apabila orang itu menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan-nya (Efficeincy) (Ef 1:13-14; 2:8-10).
Karena itu, kita menolak pandangan “universalisme” yang mengatakan, bahwa semua orang pasti selamat, karena Allah “telah memilih” semua orang sebelum dunia dijadikan.
Karena kita dipilih di dalam Kristus, kita memiliki kepastian keselamatan :Kita telah menjadi anak-anak Allah dan memiliki keselamatan yang kekal (Yoh 1:12; 3:16; Ef 1:13-14, dll.),Kita tidak dihukum : Roma 8:1, Tidak ada penghukuman bagi orang di dalam Kristus Yesus.”Kita tidak dapat dirampas dari tangan Bapa (Yoh 10:27-30),Kita tidak dapat dipisahkan dari kasih Allah yang ada di dalam Kristus (Roma 8:37-39).
Walaupun demikian kita mempunyai tanggung jawab moral untuk hidup sesuai dengan posisi kita di dalam Kristus. Itulah dimensi yang kedua
PENGUDUSAN (SANCTIFICATION) – Keselamatan Progresif dimana secara proses kita dibebaskan dari kuasa dosa.Posisi/kedudukan kita yang begitu tinggi (orang Kudus/orang yang dibenarkan dalam Kristus). menuntut tanggung jawab yang tidak ringan: Kita harus hidup kudus. Dalam hal ini ada dua ekstrim:Yudaisme : menurut persepsi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi : orang harus memenuhi hukum Taurat supaya diselamatkan. Ajaran sesat ini dalam gereja yang mula-mula telah dikoreksi oleh Paulus, antara lain : Rom 3:20; 23-24; 27-28.Antinomianisme : karena orang Kristen telah diselamatkan hanya karena anugerah Yesus Kristus, maka mereka tidak perlu taat kepada hukum-hukum; ekstrim ini dikoreksi oleh Yakobus (Yak 2:22). Kalau demikian , apakah Paulus bertentangan dengan Yakobus? Sekali-kali tidak!Paulus (dalam Roma dan Galatia): Manusia yang berdosa di hadapan Allah!Yakobus (dalam surat Yakobus): Manusia yang sudah ditebus di hadapan sesama manusia.
Karena itu, orang Kristen tidak boleh hidup secara ceroboh di dalam dunia ini. Justru karena kita sudah diselamatkan, kita harus hidup berpadanan dengan posisi kita, sebagai orang-orang yang telah diselamatkan (Ef 4:1).
Bagaimana kita hidup sekarang ini dan di sini, itulah yang penting. Dimensi kekinian ini merupakan dimensi progresif di dalam kehidupan Kristen kita. Artinya harus ada kemajuan di dalam hidup kita. Kita harus hidup sebagai anak-anak terang (Ef 5:1-21)Karena itu dimensi ini disebut juga sebagai dimensi pengudusan (I Ptr 1:14-16). Persoalannya, bagaimana kita hidup kudus, padahal dunia ini penuh dengan kebobrokan /kegelapan?Dalam tataran praktis (artinya dalam praktek kehidupan kita sehari-hari), apakah artinya “menjadi suci. . .”?Secara spiritual : kita ekslusif – kita harus berbeda dengan orang lain (Yoh 17:14-16).Secara sosiokultural : kita harus inklusif, berada di tengah-tengah masyarakat sebagai garam dan terang (Matius 5:13-16).
Bagaimanakah kalau orang Kristen jatuh ke dalam dosa? Dalam hal ini, kita harus membedakan dua hal :Hubungan/Relationship: tetap (cf. Rom 8:37-38, dll.)Persekutuan/Felloship: terganggu (baca: I Yoh 1:5-10, khususnya ayat 9).Tiga aspek dalam pengakuan dosa, adalah :Pengakuan, kehancuran hati, berbalik dari dosa kita.Apakah itu berarti, bahwa kita dapat saja jatuh bangun, terus-menerus di dalam kehidupan Kristen kita? Sekali-kali tidak !Dilihat dari konsep pengudusan ini sebetulnya orang Kristen yang sudah lahir baru tidak bisa hidup di dalam dosa, tetapi bisa jatuh dalam dosa. Jika kita jatuh di dalam dosa, maka Tuhan sudah menyediakan jalan keluarnya (1 Yoh 1:9). Tetapi yang masih hidup di dalam dosa sesungguhnya belum pernah mengalami kelahiran kembali (regeneration).
PEMULIAAN (GLORIFICATION) – Ini disebut juga keselamatan final dimana kita dibebaskan dari kehadiran dosa. Hal ini akan digenapi di kekekalan yang akan datang.Paulus menulis dalam Roma 6:1-4, bahwa orang Kristen harus hidup dalam hidup yang baru. Hidup di dalam kehidupan yang baru tersebut tidak dihasilkan oleh tekad kedagingan untuk berkenan kepada Tuhan, seperti dalam Yudaisme yang ekstrim—bukan juga dengan cara mengabaikan hukum-hukum Tuhan seperti dalam antinomianisme yang menyalahgunakan kasih dan kesabaran Allah; tetapi melalui ketaatan yang tulus, ketaatan yang berdasarkan kasih, ketaatan di atas landasan iman kepada Tuhan Yesus Kristus.
Setelah ilustrasi yang panjang melalui tokoh-tokoh iman dalam Ibrani pasal 11, penulis surat Ibrani mengajak kita untuk bertekun dalam iman (Ibr 12:1-2). Iman mempunyai dimensi kekekalan: melalui ketekunan kita akan sampai ke dalam kemuliaan (Rom 8:17; 29-30).