Selasa, 03 Februari 2009

Apaka mentaati lima rukun islam membuat saya masuk sorga

Apakah menaati Lima Rukun Islam membuat saya masuk surga?

Jawaban: Karena Allah itu adil, Dia menuntut pembayaran untuk dosa – tanpa memperdulikan betapa taatnya kita pada Lima Rukun.

Apakah Anda orang Islam yang taat? Kalau demikian, Anda betul-betul percaya pada Allah yang esa, Pencipta alam semesta, dan Muhammad nabiNya. Setelah Anda mati, Anda ingin masuk firdaus, namun bagaimana Anda dapat lepas dari neraka? Anda katakan, “Ah, kesetiaanku dalam menaati Lima Rukun lebih besar dari dosa-dosaku.” Lima hari sekali Anda bersujud ke arah Mekkah. Kalimat syahadat sering terucap dari bibir Anda. Selama Ramadan mulut Anda tidak menyentuh roti dan air. Anda menabung untuk naik haji ke Mekkah sambil dengan sukarela memberi zakat pada kaum fakir.

Namun Anda tetap bertanya, “Cukupkah?” Hati nurani Anda menuduh Anda gagal mencapai standar Allah. Bagaimana mungkin Allah dapat mengijinkan seseorang masuk surga kalau orang itu sudah dinodai oleh dosa, sekecil apapun dosa itu? Allah adalah Hakim yang adil. Di dunia sekalipun seorang hakim harus menghukum dosa. Seorang hakim tidak boleh mengampuni seseorang yang telah mencuri hanya karena si kriminal itu mengaku pergi ke mesjid tiap jumat dan berpuasa pada bulan Ramadan. Kalau dosa tidak dihukum, hukum tidak lagi ditegakkan, dan Allah tidak lagi dihormati.

Allah itu adil dan tidak akan membiarkan dosa tidak dihukum, tidak peduli betapa rajinnya ke Lima Rukun dipelihara atau berapa banyak amal yang dilakukan. Surga hanyalah bagi mereka yang sama sekali tak bercacat. Satu dosa mengakibatkan manusia yang pertama jatuh. Dosa ini bukan “dosa besar” seperti perzinahan, pembunuhan atau menghujat. Saat makan buah larangan, ketidaktaatan Adam yang satu-satunya itu membawa kutukan dosa atas dunia ini.

Dapatkah kita lolos? Kita yang tidak menghormati orangtua kita, berbohong pada sessama atau menipu pelanggan kita? Kita yang terus menerus berdosa dengan menempatkan kepentingan diri sendiri dan bukannya mengasihi Allah. Dapatkah kita masuk surga dengan dosa kita – sekalipun kita memelihara Lima Rukun?

Jikalau kita jujur, kita akan mengakui bahwa yang pantas bagi kita adalah neraka. Kita membutuhkan belas kasih Allah. Namun bagaimana Allah bisa berbelas kasihan dan sekaligus adil? Qur’an menasihati Anda untuk mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan di dalam Alkitab (Sura 10:94).

Alkitab menjelaskan bagaimana belas kasihan Allah bersanding dengan keadilanNya. “Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.” (Roma 3:20-22). Menaati hukum Taurat tidak dapat membawa kita ke surga. Sebaliknya hukum Taurat justru mengungkapkan dosa kita. Keadilan Allah menuntut kematian sebagai akibat dosa, namun belas kasihanNya menyediakan pengganti – Yesus – yang mati bagi dosa kita.

Karena Yesus/Isa dilahirkan oleh kuasa Roh Kudus melalui anak dara Maria, Dia tidak mewarisi natur dosa dari Adam. Yesus disebut sebagai Adam yang kedua (Al-imran 3:59; 1 Korintus 15:22). Ketidaktaatan Adam membawa kutukan dosa ke dalam dunia, hidup Yesus yang sempurna membawa harapan untuk firdaus.

Dia mati di salib bagi mereka yang percaya kepadaNya untuk membayar hukuman dosa kita. Allah membuktikan bahwa pengorbanan itu telah mengalahkan dosa dengan jalan membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Dia menyelamatkan semua yang berbalik dari dosa dan percaya kepadaNya, bukan perbuatan baik. Setelah dosa dikalahkan, kita dapat memiliki relasi dengan Allah dan masuk surga.

“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus. Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman. Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya … Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 3:23-31; 6:23)

Untuk menerima anugrah hidup kekal dari Allah, percaya Yesus, Juruselamat yang telah disalibkan dan ikuti Dia sebagai Tuhan yang telah bangkit!

jaminan seorang masuk sorga

Pertanyaan: Bagaimanakah saya, sebagai seorang Muslim, mendapat jaminan mengenai firdaus?

Jawaban: Meskipun dosa-dosa kita memisahkan kita dari Allah yang suci dan firdaus, Dia mengirim Dia yang tidak berdosa untuk menjadi Pengantara kita!

Orang Muslim percaya bahwa apa yang dipilihnya dalam dunia ini menentukan apakah dia masuk surga atau neraka. Seorang bijak pernah berkata, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya?” (Markus 8:36) Orang bijak itu adalah Isa/Yesus.

Tidak diragukan Isa akan masuk firdaus. Tapi Dia memperingatkan bahwa surga tidaklah mudah didapatkan. Dia berkata, “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya." "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.” (Matius 7:13-15) Satu-satunya jalan ke surga itu tidaklah mudah untuk diperoleh. Banyak orang, ditipu oleh nabi-nabi palsu, berusaha masuk surga dengan cara yang salah. Kesudahan mereka adalah neraka.

Jikalau Anda meragukan apakah Anda bisa masuk ke firdaus, Qur’an mengajarkan Anda bagaimana Anda dapat mendapatkannya, “Kalau engkau ragu terhadap apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca Kitab Suci sebelum kamu …” (Surah 10:94)

Kitab Suci (Alkitab) memberitahu kita bagaimana kita mendapatkan jaminan mengenai firdaus.

Dapatkah perbuatan baik memberikan kita tempat di surga?

Orang Muslim sejati tunduk kepada Allah. Itu berarti Allah menguasai apa yang dia pikirkan, lakukan, katakan. Jika seorang Muslim melakukan apa yang Allah tidak akan lakukan (seperti berbohong, takut, cemburu) itu berarti dia tidak betul-betul tunduk kepada Allah. Itu adalah dosa. Dapatkah perbuatan-perbuatan baik menghapuskan dosa?

Alkitab mengatakan, “ Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa ... Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” (Roma 3:20, 23)

Allah itu adil dan tidak akan membiarkan dosa tidak dihukum – tanpa menghiraukan bagaimana setianya ke Lima Rukun dipelihara atau berapa banyak perbuatan baik yang dilakukan. Bahkan satu dosa saja sudah cukup untuk menghasilkan neraka (Yakobus 2:10). Karena dosa menghalangi kita masuk surga dan Allah, karena Dia adil, tidak sembarangan mengampuni dosa, siapa yang dapat menolong kita?

Dapatkah Muhammad menjadi pengantara kita?

Sekalipun ada beberapa hadis yang mengindikasikan bahwa Muhammad dapat menjadi pengantara, kaum Muslim menerima Qur’an sebagai otoritas tertinggi. Qur’an mengajarkan bahwa sekedar manusia – termasuk Muhammad – tidak dapat menjadi pengantara untuk manusia berdosa (Surah 2:48; 6:51; 35:18).

Dapatkah Isa menjadi Pengantara kita?

Seorang pengantara kepada Allah yang suci haruslah dia sendiri sempurna adanya. Dia tidak bisa sembarangan orang. Syukurlah Allah telah mengutus Yesus yang suci untuk menjadi pengantara manusia yang berdosa, “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.” (1 Timotius 2:5-6)

Banyak orang menyaksikan Yesus Kristus sebagai nabi, guru dan pembuat mujizat. Mereka berbicara mengenai “bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib. Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya” (Kisah 10:38-43).

Semua nabi sejati menyaksikan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan orang-orang berdosa dapat beroleh pengampunan. Tanpa Yesus sebagai Juruselamat Anda dari dosa, Anda akan menghadap Dia sebagai Hakim yang mengungkapkan dosa-dosa Anda. Yesus berkata, “Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” (Yohanes 8:24)

Anda harus berbalik dari dosa Anda dan menyadari bahwa Anda tidak dapat masuk firdaus melalui perbuatan-perbuatan baik anda. Percayalah bahwa Yesus adalah Juruselamat yang telah diutus Allah untuk menyelamatkan Anda dari hukuman dan kuasa dosa. Jika Anda terus menolak untuk mengikuti Dia akan harus dipisahkan dari Allah yang suci dan berada dalam neraka.

Mereka yang percaya pada Yesus – bukan sekedar mengetahui tentang Dia namun bersandar padaNya untuk keselamatan, tunduk kepadaNya sebagai Tuhan, dan mengasihi Dia sebagai harta yang terbesar – akan diselamatkan dari dosa dan neraka.

Yesus menjamin mereka yang mengikuti Dia masuk surga! “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.” (Yohanes 6:47)

Apakah Anda membuat keputusan untuk menerima Kristus karena apa yang Anda baca di sini? Jika demikian, klik pada tombol “Saya telah menerima Kristus pada hari ini” di bawah.

Pohan yang baik dan jahat

Pertanyaan: Mengapa Tuhan menempatkan pohon pengetahuan baik dan jahat di Taman Eden?

Jawaban: Allah menempatkan pohon pengetahuan baik dan jahat di Taman Eden untuk memberi Adam dan Hawa pilihan, taat kepada Tuhan atau tidak. Adam dan Hawa bebas melakukan apa yang mereka inginkan, kecuali makan dari pohon pengetahuan baik dan jahat. Kejadian 2:16-17, “Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."” Jikalau Tuhan tidak memberi mereka pilihan, pada dasarnya mereka adalah robot yang hanya melakukan apa yang diprogramkan. Tuhan menciptakan Adam dan Hawa sebagai makhluk yang “bebas,” dapat mengambil keputusan, dan dapat memilih yang baik dan jahat. Agar supaya Adam dan Hawa benar-benar “bebas” mereka harus memiliki pilihan.

Pada dasarnya tidak ada yang jahat mengenai pohon itu atau buahnya. Rasanya tidak mungkin makan buah dari pohon itu dapat memberi Adam dan Hawa pengetahuan yang lebih banyak. Adalah ketidaktaatan mereka yang membuka mata Adam dan Hawa pada kejahatan. Dosa ketidaktaatan mereka kepada Allah membawa dosa dan kejahatan ke dalam dunia dan ke dalam hidup mereka. Makan buah pohon itu, sebagai tindakan ketidaktaatan kepada Tuhan, adalah hal yang memberi Adam dan Hawa pengetahuan akan kejahatan. Kejadian 3:6-7, “Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.”

Allah tidak menghendaki Adam dan Hawa untuk berdosa. Allah mengetahui sebelumnya apa akibat dari dosa. Allah mengetahui bahwa Adam dan Hawa akan berdosa, dan karena itu akan membawa kejahatan, penderitaan, dan kematian ke dalam dunia. Kalau begitu mengapa Tuhan menempatkan pohon itu di dalam Taman Eden dan mengijinkan Iblis mencobai Adam dan Hawa? Allah menempatkan pohon pengetahuan baik dan jahat untuk memberi Adam dan Hawa pilihan. Allah mengijinkan Iblis untuk mencobai Adam dan Hawa untuk membuat mereka memilih. Adam dan Hawa menjatuhkan pilihan, berdasarkan kehendak bebas mereka sendiri, untuk tidak taat kepada Allah dan makan buah terlarang. Akibatnya - kejahatan, dosa, penderitaan, penyakit dan kematian melanda dunia sejak saat itu. Keputusan Adam dan Hawa mengakibatkan setiap orang lahir dengan natur dosa, kecenderungan untuk berdosa. Keputusan yang diambil oleh Adam dan Hawa akhirnya menuntut kematian Yesus di atas salib dan mencucurkan darahNya untuk kita. Melalui iman kepada Kristus kita dapat dibebaskan dari konsekwensi dosa dan pada akhirnya bebas dari dosa. Kiranya kita mengaminkan kata-kata dari Rasul Paulus dalam Roma 7:24-25, “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”


Iman dan sains

Pertanyaan: Apakah iman kepada Allah dan sains berkontradiksi?

Jawaban: Sains didefinisikan sebagai “observasi, identifikasi, deskripsi, penyelidikan melalui eksperimen dan penjelasan teoritis mengenai suatu fenomena.” Sains adalah metode yang digunakan manusia untuk mendapatkan pengertian yang lebih besar mengenai alam semesta. Sains adalah usaha untuk mendapatkan pengetahuan melalui observasi dan dugaan. Kemajuan dalam dunia sains memperlihatkan daya jangkau logika dan imajinasi manusia. Sekalipun demikian, kepercayaan orang Kristen terhadap sains tidaklah serupa dengan kepercayaan kita terhadap Tuhan. Seorang Kristen dapat beriman kepada Allah dan menghormati sains selama kita mengingat mana yang sempurna dan mana yang tidak.

Kepercayaan kita kepada Allah adalah kepercayaan berdasarkan iman. Kita beriman kepada AnakNya untuk keselamatan, beriman kepada FirmanNya untuk pengajaran, dan beriman kepada Roh Kudus untuk bimbingan. Iman kita kepada Allah haruslah bersifat mutlak karena ketika kita beriman kepada Allah kita bergantung pada Pencipta yang sempurna, mahakuasa dan mahatahu. Kepercayaan kita kepada sains harus bersifat intelektual – dan tidak lebih dari itu. Kita dapat mengandalkan sains untuk melakukan banyak hal yang besar, namun sains juga berbuat kesalahan. Jikalau kita beriman kepada sains, kita bergantung pada orang-orang yang tidak sempurna, berdosa dan terbatas. Sepanjang sejarah sains sudah terbukti salah dalam banyak hal, misalnya bentuk bumi, penerbangan, vaksin, transfusi darah, bahkan reproduksi. Allah tidak pernah salah.

Kebenaran bukanlah sesuatu yang ditakuti oleh orang Kristen, karena itu tidak ada alasan bagi orang Kristen untuk membenci sains yang baik. Belajar mengenai cara Allah membangun alam raya menolong umat manusia untuk lebih menghargai keajaiban ciptaan. Memperluas pengetahuan kita menolong kita untuk mengatasi penyakit, meningkatkan tingkat keperdulian kita dan mengatasi kesalahpengertian. Sekalipun demikian, ada bahayanya ketika para ilmuwan menempatkan kepercayaan mereka pada logika manusia melampaui iman kepada Pencipta kita. Mereka-mereka ini tidak berbeda dari orang-orang yang menganut agama tertentu – mereka memilih beriman kepada manusia dan akan berusaha mencari fakta-fakta untuk mempertahankannya.

Sekalipun demikian, para ilmuwan yang paling rasional, termasuk mereka yang menolak untuk percaya kepada Allah, mengakui keterbatasan dalam pengertian kita akan alam semesta. Mereka mengakui bahwa baik Allah maupun Alkitab tidak dapat dibuktikan atau disangkal oleh sains, sama seperti banyak teori yang mereka sukai yang tidak dapat dibuktikan atau disangkal. Sains dimaksudkan sebagai suatu disiplin yang sama sekali netral, hanya berusaha menemukan kebenaran, bukan untuk membuktikan agenda tertentu. Dan Allah selalu menghendaki kita datang kepadaNya dengan iman, bukan dengan logika.

Banyak sains yang mendukung keberadaan dan karya Allah. Mazmur 19:2 mengatakan, “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.” Makin ilmu pengetahuan modern belajar mengenai alam semesta, kita makin menemukan bukti dalam ciptaan. Kompleksitas dan replikasi DNA yang mengagumkan, hukum-hukum fisika yang rumit dan saling menunjang, kondisi dan sistim kimia yang begitu harmonis dan sempurna di bumi ini semua mendukung berita Alkitab. Orang Kristen sepatutnya mendukung sains yang mencari kebenaran namun menolak para “imam sains” yang menempatkan pengetahuan manusia di atas Tuhan.

Banjir Nuh global atau lokal

Pertanyaan: Apakah banjir Nuh global atau lokal?

Jawaban: Ketika seseorang menyelidiki bacaan Alkitab, adalah jelas bahwa banjirnya bersifat global. Kejadian 7:11 menyatakan bahwa “terbelah segala mata air samudra raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit.” Adalah jelas Kejadian 1:6-7 dan 2:6 bahwa lingkungan sebelum banjir adalah sangat berbeda dari yang kita alami sekarang. Berdasarkan pada ini dan penjelasan bagian alkitab lain, juga catatan fosil dan penemuan geologikal (Ilmu batu-batuan) masa kini, adalah masuk akal jika kita beranggapan bahwa suatu waktu yang lalu, bumi pernah ditutupi dengan semacam tirai air. Tirai ini mungkin saja berupa tirai uap atau dapat terbentuk dari cincin, seperti cincin es planet saturnus. Ini, dikombinasikan dengan lapisan tebal air bawah tanah, dua-duanya dilepaskan pada daratan (Kejadian 2:6) akan mengakibatkan banjir global.

Ayat yang paling jelas yang menunjukkan keluasan banjir adalah Kejadian 7:19-23: “Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit, sampai lima belas hasta diatasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya. Lalu mati dan binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak, dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia. Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat. Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi,baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burun-burung di udara, sehingga semuanya dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia di dalam bahtera itu.

Dalam bacaan di atas kita tidak hanya menemukan kata ”semua/segala” digunakan berulang-ulang, tapi kita juga menemukan frase seperti “dan semua gunung-gunung di bawah kolong langit ditutupi,” “sampai lima belas hasta diatasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya” (Cukup dalam untuk bahtera itu melintasinya dengan aman), dan “lalu matilah dan binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, serta semua manusia,” dsb. Jika penjelasan ini tidak dimaksudkan untuk menjelaskan banjir universal yang menutupi seluruh bumi, saya tidak tahu bagaimana Tuhan bisa membuat ini lebih jelas. Juga, jika banjir itu hanya bersifat lokal, mengapa Tuhan menginstruksikan Nuh untuk membangun sebuah bahtera dan bukannya hanya mengatur agar hewan-hewan berpindah dan menyuruh Nuh melakukan hal yang sama? Dan mengapa Dia menginstruksikan Nuh untuk membangun bahtera yang cukup besar untuk diisi dengan segala macam binatang yang kita kenal di bumi sekarang. Orang mungkin akan berpikir bahwa dinosurus tidak sebesar itu pada awalnya dan itu tidak perlu bagi Nuh untuk membawa binatang-binatang yang sudah dewasa ke bahteranya.

Tuhan memang menginstruksikan Nuh untuk menempatkan 2 hewan darat (tidak termasuk hewan laut) ke bahteranya (Kejadian 6:19-22) dengan pengecualian hewan tidak haram dan semua burung, yang mana Nuh harus menyediakan 7 pasang di bahtera (Kejadian 7:2-3).

Petrus juga menjelaskan banjir yang menyeluruh di bumi di 2 Petrus 3:6-7 yang menyatakan: ”dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.” Dalam ayat ini, Petrus membandingkan penghakiman universal yang akan datang dengan banjir pada masa Nuh dan menyatakan bahwa dunia pada saat itu ada dipenuhi oleh air. Juga, janji Tuhan (Kejadian 8:21; 9:11, 15) tidak akan lagi mengirimkan banjir telah dilanggar berkali-kali jika itu termasuk banjir lokal. Lebih jauh lagi, semua orang di dunia dikatakan merupakan keturunan dari tiga anak Nuh (Kejadian 9:1, 19) dan banyak penulis Alkitab selanjutnya menerima kebenaran sejarah mengenai banjir universal (Yesaya 54:9; 1 Peter 3:20; 2 Peter 2:5; Ibrani 11:7). Yang terakhir, Tuhan Yesus Kristus percaya pada banjir universal dan mengambilnya sebagai salah satu bentuk pengrusakan pada dunia ketika Dia datang kembali (Matius 24:37-39; Lukas 17:26, 27).

Ada banyak bukti tambahan non alkitab yang menunjukkan bencana alam di seluruh dunia yang dikarenakan banjir global. Kuburan fosil besar yang terdapat di semua benua, sejumlah besar batu bara yang memerlukan sejumlah besar tanaman yang dikubur dengan cepat, fakta bahwa fosil laut ditemukan pada puncak gunung di seluruh dunia, lebih dari 270 cerita di seluruh bagian dunia, dan perluasan formasi bebatuan menunjukkan lapisan tebal dari penumpukan sedimen (Termasuk yang ditemukan di Grand Canyon) semua memberi kepercayaan pada peristiwa adanya banjir global.

Apakah hidup kekal Itu?

Pertanyaan: Adakah hidup kekal?

Jawaban: Alkitab menunjukan jalan yang jelas untuk mendapatkan hidup kekal. Pertama, kita perlu mengakui bahwa kita telah berdosa kepada Tuhan: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Kita semua telah melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan Tuhan dan pantas menerima hukuman. Karena pada dasarnya semua dosa kita adalah kepada Tuhan yang kekal, maka hanya penghukuman kekal yang pantas kita terima. “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23).

Namun demikian, Yesus Kristus, Anak Allah yang kekal dan tanpa dosa (1 Petrus 2:22) telah menjadi manusia (Yohanes 1:1, 14) dan mati untuk membayar hukuman kita. “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8). Yesus Kristus mati di salib (Yohanes 19:31-42), dan menanggung hukuman yang seharusnya kita tanggung (2 Korintus 5:21). Tiga hari kemudian, Dia bangkit dari antara orang mati (1 Korintus 15:1-4), menyatakan kemenanganNya atas dosa dan kematian. “Yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan” (1 Petrus 1:3).

Dengan iman kita harus meninggalkan dosa kita dan berbalik kepada Kristus untuk mendapatkan keselamatan (Kisah Rasul 3:19). Jika kita menaruh iman kita kepadaNya, percaya kepada kematianNya di atas salib untuk membayar dosa-dosa kita, kita akan diampuni dan diberikan hidup kekal di surga. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16). “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Roma 10:9). Hanya iman di dalam karya Yesus yang telah diselesaikan di atas salib yang merupakan satu-satunya jalan kepada hidup kekal! “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:8-9).

Jikalau Anda ingin menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda, berikut ini adalah sebuah contoh doa. Ingat, sekedar mengucapkan doa ini atau doa-doa lainnya tidak akan menyelamatkan Anda. Hanya dengan percaya kepada Yesus yang dapat menyelamatkan Anda dari dosa. Doa ini hanyalah sebuah cara untuk mengungkapkan iman Anda kepada Tuhan dan berterima kasih kepadaNya untuk menyediakan keselamatan Anda. “Tuhan, saya tahu saya telah berdosa kepadaMu dan pantas untuk dihukum. Namun Yesus Kristus telah mengambil hukuman yang sepantasnya saya tanggung supaya melalui iman kepadaNya saya bisa diampuni. Saya bertobat dari dosa-dosaku dan percaya kepadaMu untuk keselamatanku. Terima kasih untuk anugrah dan pengampunanMu yang ajaib, untuk anugrah hidup kekal! Amin!”

Apakah Anda membuat keputusan untuk menerima Kristus karena apa yang Anda baca di sini? Jika demikian, klik pada tombol “Saya telah menerima Kristus pada hari ini” di bawah.

Pengakuan Iman/Kepercayaan saya

Bagian 1: Alkitab

Kami percaya bahwa Kitab Suci yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Baru adalah Firman Tuhan yang diinspirasikan secara verbal dan menyeluruh (Matius 5:18; 2 Timotius 3:16-17). Kami percaya bahwa Alkitab adalah tanpa salah dalam tulisan-tulisan aslinya, tanpa kekeliruan, dinafaskan oleh Allah, dan merupakan otoritas yang sempurna dan tertinggi dalam hal iman dan perbuatan (2 Timotius 3:16-17). Roh Kudus adalah penulis illahi dari Kitab Suci (2 Petrus 1:21). Sekalipun tetap menggunakan kepribadian dari setiap invidual manusia yang menjadi penulis, Roh Kudus mengawasi mereka untuk memastikan bahwa mereka menuliskan tepat seperti apa yang Dia ingin tuliskan, tanpa salah atau mengurangi apapun.

Bagian 2: Allah

Kami percaya pada Alah Tritunggal, yang adalah Pencipta dari segalanya (ulangan 6:4; Kolose 1:16), yang berada secara kekal sebagai tiga Pribadi yang berbeda – Bapa, Anak dan Roh Kudus (2 Korintus 13:14), namun satu dalam keberadaan, esensi, kuasa dan kemuliaan, memiliki atribut dan kesempurnaan yang sama (Yohanes 10:30). Allah adalah Pencipta kita (Kejadian 1:1), adalah kekal (Mazmur 90:2), tidak terbatas (1 Timotius 1:17), berdaulat (Mazmur 93:1) dan tidak dapat diselami (Roma 11:33-34). Allah mahatahu (Mazmur 139:1-6), mahahadir (Mazmur 139:7-13), mahakuasa (Wahyu 19:6), dan tidak berubah (Maleakhi 3:6). Allah suci (Yesaya 6:3), adil (Ulangan 32:4) dan benar (Keluaran 9:27). Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8), penuh kasih karunia (Efesus 2:8), penyayang (1 Petrus 1:3) dan baik (Roma 8:28).

Bagian 3: Yesus Kristus

Kami percaya akan keillahian Tuhan Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang sempurna, gambar wujud Bapa, yang, tanpa berhenti menjadi Allah, telah menjadi manusia supaya Dia dapat menyatakan Allah menebus manusia yang berdosa (Matius 1:21; Yohanes 1:18; Kolose 1:15).

Kami percaya bahwa Allah Anak telah berinkarnasi dalam diri Yesus Kristus, bahwa Dia dikandung oleh Roh Kudus, dan lahir dari anak dara Maria; bahwa Dia adalah Allah yang sempurna dan manusia yang sempurna; bahwa Dia hidup secara sempurna dan tanpa dosa; bahwa semua pengajaranNya adalah benar adanya (Yesaya 14; Matius 1:23). Kami percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus mati di atas salib untuk segenap manusia (1 Yohanes 2:2) sebagai wakil, dan korban yang menebus serta yang menggantikan (Yesaya 53:5-6). Kami percaya bahwa kematianNya berkuasa untuk menyelamatkan semua orang yang percaya kepadaNya (Yohanes 1:12; Kisah Rasul 16:31); bahwa pembenaran kita adalah berdasarkan darahNya yang dicucurkan (Roma 5:9; Efesus 1:17); dan bahwa hal ini dibuktikan dengan kebangkitanNya secara harafiah dan secara fisik dari antara orang mati (Matius 28:6; 1 Petrus 1:3).

Kami percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus naik ke Surga dalam tubuh kemuliaanNya (Kisah Rasul 1:9-10) dan sekarang duduk di sebelah kanan Allah sebagai Imam Besar dan Pembela kita (Roma 8:34; Ibrani 7:25).

Bagian 4: Roh Kudus

Kami percaya pada kepribadian dan keillahian Roh Kudus (Kisah Rasul 5:3-4). Kami percaya bahwa Roh Kudus meyakinkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yohanes 16:8-11). Roh Kudus melahirkan kembali orang-orang berdosa (Titus 3:5); dan mendiami orang-orang percaya (Roma 8:9). Melalui Roh Kudus, Kristus membaptiskan semua orang percaya sebagai anggota-anggota tubuhNya (1 Korintus 12:12-14). Allah Bapa memeteraikan orang-orang percaya untuk hari penyelamatan (Efesus 1:13-14). Roh Kudus adalah Guru Illahi yang menerangi hati dan pikiran orang-orang percaya saat mereka mempelajari Firman Tuhan (1 Korintus 2:9-12). Kami percaya bahwa Roh Kudus berdaulat penuh dalam membagi-bagikan karunia-karunia roh (1 Korintus 12:11). Kami percaya bahwa bahasa lidah dan tanda-tanda mujizat berhenti secara bertahap seiring dengan lengkapnya kitab-kitab Perjanjian Baru, diteguhkannya otoritas kitab-kitab ini dan berdirinya gereja mula-mula dengan teguh (1 Korintus 12:4-11; 2 Korintus 12:12; Efesus 2:20; 4:7-12).

Bagian 5: Malaikat dan Setan

Kami percaya pada keberadaan dan kepribadian dari malaikat-malaikat. Kami percaya bahwa Allah menciptakan makhluk-makhluk rohani yang tidak berdosa ini dalam jumlah yang tidak terhingga sebagai pelayan-pelayan dan utusan-utusanNya (Nehemia 9:6; Mazmur 148:2; Ibrani 1:14).

Kami percaya pada keberadaan dan kepribadian dari Iblis dan setan-setan. Iblis adalah malaikat yang jatuh, yang memimpin sekelompok besar malaikat untuk memberontak melawan Allah (Yesaya 14:12-17; Yehezkiel 28:12-15). Iblis adalah musuh besar Allah dan manusia, dan setan-setan adalah agen-agen yang dipakai untuk mencapai rencananya yang jahat. Iblis dan para pengikutnya akan dihukum secara kekal dalam lautan api (Matius 25:41; Wahyu 20:10).

Bagian 6: Manusia

Kami percaya bahwa manusia ada sebagai hasil ciptaan Allah secara langsung dan bahwa manusia diciptakan dalam gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26-27). Kami percaya bahwa manusia telah berdosa di dalam Adam (Roma 5:12), bahwa dosa ada dalam setiap orang (Roma 3:23), dan dosa manusia sangat bertentangan dengan Allah. Kami percaya bahwa semua manusia, karena kejatuhan Adam, telah mewarisi natur dosa. Pada dasarnya umat manusia tidak mampu untuk mengatasi kesesatannya (Efesus 2:1-5:12). Kami percaya bahwa, di luar Kristus, semua orang telah berdosa dan terhilang (Roma 2:1).

Bagian 7: Keselamatan

Kami percaya bahwa keselamatan adalah anugrah Allah melalui iman kepada karya Yesus Kristus yang telah diselesaikan di atas salib (Efesus 2:8-9). Kristus mencucurkan darahNya untuk melakukan pembenaran melalui iman, pendamaian dengan Allah, penebusan dari dosa, dan mendamaikan manusia. Kristus mati bagi kita (Roma 5:8-9) dan menanggung dosa kita dalam diriNya (1 Petrus 2:24).

Kami percaya bahwa mereka yang telah benar-benar menaruh iman mereka di dalam Kristus dijamin keselamatannya untuk selama-lamanya, dilindungi oleh kuasa Allah, aman dan dimeteraikan di dalam Kristus untuk selama-lamanya (Yohanes 6:37-40; 10:27-30; Roma 8:1, 38-39; Efesus 1:13-14; 1 Petrus 1:5; Yudas 24).

Bagian 8: Gereja

Kami percaya bahwa Gereja, yang adalah Tubuh dan Mempelai Wanita Kristus, adalah organisme rohani, yang terdiri dari orang-orang percaya pada zaman ini (1 Korintus 12:12-14; 2 Korintus 11:2; Efesus 1:22-23; 5:25-27). Kami percaya pada upacara baptisan orang percaya secara selam sebagai kesaksian, dan pada Perjamuan Kudus sebagai peringatan akan kematian dan mengalirnya darah Kristus (Matius 28:19-20; Kisah Rasul 2:41-42; 18:8; 1 Korintus 11:23-26). Kami percaya pada keimaman dari semua orang percaya (1 Korintus 1:1; Wahyu 1:6). Kami percaya bahwa orang-orang percaya harus hidup sedemikian rupa sehingga tidak akan mempermalukan Tuhan dan Juruselamat mereka, dan bahwa memisahkan diri dari kesenangan dan kebiasaan dosa serta menyatukan diri sdengan dosa adalah diperintahkan oleh Allah (Roma 12:1-2; 2 Korintus 6:14-7:1; 2 Timotius 3:1-5; 1 Yohanes 2:15-17). Kami percaya bahwa Amanat Agung adalah misi utama dari Gereja. Adalah kewajiban dari orang-orang percaya untuk bersaksi, dengan kata-kata dan hidup, tentang kebenaran Firman Tuhan. Injil kasih karunia Allah harus diberitakan ke seluruh dunia (Matius 28:19-20; Kisah Rasul 1:8; 2 Korintus 5:19-20). Orang-orang percaya harus diajar unuk menaati Tuhan dan menyaksikan iman mereka kepada Kristus sebagai Juruselamat serta menghormatiNya dengan hidup kudus.

Bagian 9: Hal-Hal Yang Akan Datang

Kami percaya pada pengharapan yang penuh kebahagiaan (Titus 2:13), kedatangan Tuhan Yesus Kristus secara pribadi, sebelum penganiayaan besar dan sebelum kerajaan seribu tahun, untuk mengangkat orang-orang suciNya (1 Tesalonika 4:13-18). Kami percaya bahwa sesudah itu Kristus akan datang kembali secara kelihatan ke dunia ini bersama dengan orang-orang kudusNya untuk mendirikan kerajaan seribu tahun yang dijanjikanNya (Zakharia 14:4-11; 1 Tesalonika 1:10; Wahyu 3:10; 19:11-16; 20:1-6). Kami percaya pada kebangkitan semua orang secara fisik, orang-orang percaya untuk sukacita dan kebahagiaan kekal, orang-orang jahat pada penghukuman kekal dan secara sadar (Matius 25:46; Yohanes 5:28-29; Wahyu 20:5-6, 12-13). Kami percaya bahwa jiwa orang-orang yang telah ditebus, pada saat kematian terpisah dari tubuh dan ada bersama-sama dengan Tuhan, di mana mereka menantikan kebangkitan pertama ketika roh, jiwa dan tubuh akan dipersatukan kembali untuk dimuliakan dengan Tuhan untuk selama-lamanya (Lukas 23:43; 2 Korintus 5:8; Filipi 1:23; 3:21; 1 Tesalonika 4:16-17; Wahyu 20:4-6). Kami percaya bahwa jiwa dari orang-orang yang belum percaya, setelah mati, menderita secara sadar sampai saat kebangkitan kedua di mana dengan tubuh dan jiwa yang dipersatukan mereka akan tampil di hadapan Tahta Penghakiman Besar dan akan dilemparkan ke dalam lautan api, bukan untuk dimusnahkan, namun untuk menderita penghukuman secara sadar untuk selama-lamanya (Matius 25:41-46; Markus 9:43-48; Lukas 16:19-26; 2 Tesalonika 1:7-9; Wahyu 20:11-15).